Srimpi - adalah bentuk penyajian tari Jawa klasik dari tradisi kraton Kesultanan
Mataram dan dilanjutkan pelestarian serta pengembangan sampai sekarang oleh
empat istana pewarisnya di Jawa Tengah (Surakarta) dan Yogyakarta.
Penyajian tari pentas ini dicirikan dengan empat penari melakukan gerak
gemulai yang menggambarkan kesopanan, kehalusan budi, serta kelemahlembutan
yang ditunjukkan dari gerakan yang pelan serta anggun dengan diiringi suara
musik gamelan. Srimpi dianggap mempunyai kemiripan posisi sosial dengan tari
Pakarena dari Makasar, yakni dilihat dari segi kelembutan gerak para penari dan
sebagai tarian keraton.
Sejak dari zaman kuno, tari Serimpi sudah memiliki kedudukan yang istimewa
di keraton-keraton Jawa dan tidak dapat disamakan dengan tari pentas yang lain
karena sifatnya yang sakral. Dulu tari ini hanya boleh dipentaskan oleh
orang-orang yang dipilih keratin. Serimpi memiliki tingkat kesakralan yang sama
dengan pusaka atau benda-benda yang melambang kekuasaan raja yang berasal dari
zaman Jawa Hindu.
Dalam pagelaran, tari serimpi tidak selalu memerlukan sesajen seperti pada
tari Bedhaya, melainkan hanya di waktu-waktu tertentu saja. Adapun iringan musik
untuk tari Serimpi adalah mengutamakan paduan suara gabungan, yakni saat
menyanyikan lagu tembang-tembang Jawa.
Bedasarkan film dan aspek yang saya pelajari bahwa tarian serimpi mempunyai
keindahan yang luar biasa Karena tidak semua orang dapat melakukannya. Tarian pada
film ini hamper mirip dengan film gandrung Karena para penari mempunyai gerakan
yang sangat luwes dan halus, namun srimpi dilakukan lebih dari 1 orang wanita.

0 komentar:
Posting Komentar