Butiran Air Mata di Tanah Garut

on Kamis, 06 Oktober 2016
Belum lama ini negara kita di hebohkan dengan berita pilu, bencana banjir bandang yang memporak porandakan garut. Garut, siapa yang tak mengenal nama itu. Garut adalah kabupaten yang terletak di provinsi jawa barat yang berbatasan langsung dengan kabupaten sumedang di utara, kabupaten tasikmalaya di timur, samudera hindia di selatan, serta kabupaten cianjur dan bandung di barat. Bias dibilang garut diterpa musibah banjir bandang yang cukup parah di Indonesia. Garut diterpa banjir bandang pada Selasa 20 September 2016 dini hari. upaya pemulihan pasca bencana terus dilakukan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta.


  
Banjir garut ini di duga kuat akibat dari kerusakan lingkungan, salah satunya alih fungsi lahan dikawasan hulu. Selain factor lingkungan juga terjadi hujan yang tinggi dan diperparah lagi banyak daerah resapan air yang berubah menjadi pemukiman dikawasan ini sehingga tersendatnya aliran air hujan.
Akibatnya banjir bandang pun terjadi yang mengakibatkan sebagian besar wilayah garut terendam. Banjir bandang ini mengakibatkan setidaknya 30 orang tewas, 22 orang hilang, 59 orang luka-luka dan 700 jiwa di ungsikan. Adapun setidaknya 633 unit rumah warga yang terendam, sedangkan 57 rumah semi permanent warga terbawa derasnya arus banjir. Pemerintah garut pun sigap dalam menanggapi bencana garut ini mulai dari mengirimkan bantuan, proses evakuasi serta memperpanjang masa danggap darurat banjir selama 14 hari.

Dari sisi pandang kemanusiaan dan sosial pun banyak meninggalkan luka yang mendalam dan membuat siapapun yang mengetahuinya mereasa terhenyuh. Banyaknya warga yang kehilangan tempat tinggal, sarana dan prasarana, bahkan tak sedikit pula pelajar-pelajar di wilayah garut yang harus mengikhlaskan terputusnya kegiatan belajar mengajar.



Posko-posko darurat untuk korban banjir semakin banyak berdiri. Di samping itu, bantuan dari berbagai kalangan masyarakat, lembaga, perusahaan, dan sebagainya terus berdatangan.Itu semua banyak berdatangan relawan yang membantu proses efakuasi mulai dari warga sekitar, pemerintah, bahkan kegiatan social yang di berikan mahasiswa dari sejumlah universitas di Indonesia ini.  Namun bantuan-bantuan itu pun tidak dapat menyelesaikan permasalahan dengan cepat dikarenakan lebih banyak warga yang mengungsi dari pengungsian yang disediakan pemerintah.
 
Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di bumi pertiwi Indonesia dan semoga banjir bandang garut dapat diatasi dengan semaksimal mungkin dari berbagai pihak. Dari kejadian ini ada banyak hikmah yang dapat kita ambil, bencana banjir bandang ini tidak sepenuhnya terjadi akibat factor alam dan manusia tetapi ada campur tangan kuasa ilahi di dalamnya. Maka dari itu kita sebagai manusia yang tidak ada tandingannya dihadapan tuhan janganlah suka berbuat perilaku yang berkaitan dengan larangannya dan perbanyaklah ibadah, karena kita sebagai manusia tidak tahu musibah apa yang akan menimpa kita dan kapan ajal akan menjemput.

0 komentar:

Posting Komentar