Belum lama ini negara
kita di hebohkan dengan berita pilu, bencana banjir bandang yang memporak
porandakan garut. Garut, siapa yang tak mengenal nama itu. Garut adalah
kabupaten yang terletak di provinsi jawa barat yang berbatasan langsung dengan
kabupaten sumedang di utara, kabupaten tasikmalaya di timur, samudera hindia di
selatan, serta kabupaten cianjur dan bandung di barat. Bias dibilang garut
diterpa musibah banjir bandang yang cukup parah di Indonesia. Garut diterpa banjir
bandang pada Selasa 20 September 2016 dini hari. upaya pemulihan pasca bencana
terus dilakukan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta.
Banjir garut ini di duga
kuat akibat dari kerusakan lingkungan, salah satunya alih fungsi lahan
dikawasan hulu. Selain factor lingkungan juga terjadi hujan yang tinggi dan
diperparah lagi banyak daerah resapan air yang berubah menjadi pemukiman dikawasan
ini sehingga tersendatnya aliran air hujan.
Akibatnya banjir bandang
pun terjadi yang mengakibatkan sebagian besar wilayah garut terendam. Banjir bandang
ini mengakibatkan setidaknya 30 orang tewas, 22 orang hilang, 59 orang
luka-luka dan 700 jiwa di ungsikan. Adapun setidaknya 633 unit rumah warga yang
terendam, sedangkan 57 rumah semi permanent warga terbawa derasnya arus banjir.
Pemerintah garut pun sigap dalam menanggapi bencana garut ini mulai dari
mengirimkan bantuan, proses evakuasi serta memperpanjang masa danggap darurat
banjir selama 14 hari.
Dari sisi pandang
kemanusiaan dan sosial pun banyak meninggalkan luka yang mendalam dan membuat
siapapun yang mengetahuinya mereasa terhenyuh. Banyaknya warga yang kehilangan
tempat tinggal, sarana dan prasarana, bahkan tak sedikit pula pelajar-pelajar
di wilayah garut yang harus mengikhlaskan terputusnya kegiatan belajar
mengajar.
Posko-posko darurat untuk
korban banjir semakin banyak berdiri. Di samping itu, bantuan dari berbagai
kalangan masyarakat, lembaga, perusahaan, dan sebagainya terus berdatangan.Itu
semua banyak berdatangan relawan yang membantu proses efakuasi mulai dari warga
sekitar, pemerintah, bahkan kegiatan social yang di berikan mahasiswa dari
sejumlah universitas di Indonesia ini. Namun
bantuan-bantuan itu pun tidak dapat menyelesaikan permasalahan dengan cepat dikarenakan
lebih banyak warga yang mengungsi dari pengungsian yang disediakan pemerintah.
Semoga kejadian seperti
ini tidak terjadi lagi di bumi pertiwi Indonesia dan semoga banjir bandang
garut dapat diatasi dengan semaksimal mungkin dari berbagai pihak. Dari kejadian
ini ada banyak hikmah yang dapat kita ambil, bencana banjir bandang ini tidak
sepenuhnya terjadi akibat factor alam dan manusia tetapi ada campur tangan
kuasa ilahi di dalamnya. Maka dari itu kita sebagai manusia yang tidak ada
tandingannya dihadapan tuhan janganlah suka berbuat perilaku yang berkaitan
dengan larangannya dan perbanyaklah ibadah, karena kita sebagai manusia tidak
tahu musibah apa yang akan menimpa kita dan kapan ajal akan menjemput.


0 komentar:
Posting Komentar