Bukan Sekedar Berat di Topeng Reog - Manusia Dan Tanggung Jawab

on Kamis, 17 November 2016


ReogReog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.

Keunikan tarian reog ponorogo adalah tarian tersebut tidak bisa di perankan oleh sembarang orang Karena butuh keahlian khusus dalam mementaskan tarian tersebut. Salah satu ciri khas tarian tersebut adalah penari memakai topeng yang besar seberat 30kg dan topeng tersebut di gigit menggunakan giginya.



Cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun di tengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Dalam pementasan tariannya tokoh warok pada saat menari dalam keadaan kerasukan arwah. Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai warisan budaya.

Dalam cerita reog pada jaman dahulu dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab adalah hal yang utama dapat dilihat saat pasukan kerajaan berusaha mempertahankan raja dan kerajaannya. Sayangnya sikap tanggung jawab pada masa sekarang sering kali diabaikan oleh sebagian masyarakat seperti membuang sampah tidak pada tempatnya dan dapat mengganggu keindahan di kalangan public.

Rongsokan - Manusia Dan Penderitaan



Setelah saya menonton film tentang barang bekas saya melihat banyak hikmah yang dapat kita ambil dari film tersebut. Film tersebut menceritakan seorang anak yang seperti sedang tertimpa sial maka pada artikel ini saya akan mengaitkan tentang Manusia Dan Penderitaan.

Film tersebut menceritakan penderitaan sang peran utama, dimana ada seorang anak yang lapar dan mencari makanan yang ada, namun dia tidak mendapati makanan tersebut dan ternyata makanan tersebut telah dimakan oleh neneknya.

Karena dia merasa lapar dan kesal Karena tak menemukan makanan maka dia pergi keluar rumah untuk mencari uang agar dapat mengisi perutnya yang kosong. Diluar dia bertemu dengan segerombolan anak SMA dan mencoba untuk meminta uang, namun yang dia dapati adalah sebatang rokok. Lalu dia pun kesal dan meninggalkan segerombolan anak SMA tersebut. Saat diperjalanan dia pun melihat sesosok wanita yang membuatnya luluh seketika dan dia pun berimajinasi bak sepasang Romeo yang sedang memberikan bunga. Namun itu membuat si wanita takut akan sikapnya dan meneriakinya sebagai maling. Lalu warga pun berdatangan dan mengejar si anak tersebut dan anak tersebut pun lari terbirit-birit.

Dia berhasil meloloskan diri dengan bersembunyi dibalik telfon umum. Lalu dia melanjutkan perjalananannya dan melihat tumpukan Rongsokan barang bekas dan dia berfikir mungkin barang bekas itu bisa dijual dan menghasilkan uang untuk dia belikan makanan, namun dia tak bisa membawa rongsokan itu dan dia pun melihat gerobak. Saat dia menarik gerobak dia pun dikira maling untuk kedua kalinya oleh warga sekitar dan dia pun lari terbirit-birit.

Kesimpulannya yang dapat diambil dalam video barang bekas tersebut ialah jangan sampai ceroboh dalam bersikap, harus selalu semangat dan jangan bersikap malas dalam kesehariannya. Karena tingkat penderitaan seseorang dapat terukur oleh seberapa besar ia memperlakukan dirinya pada posisi tersebut dan alangkah lebih baiknya lagi apabila kita terus mencoba untuk keluar dari posisi tersebut.

Keindahan Srimpi - Manusia dan Keindahan

on Kamis, 20 Oktober 2016


Srimpi - adalah bentuk penyajian tari Jawa klasik dari tradisi kraton Kesultanan Mataram dan dilanjutkan pelestarian serta pengembangan sampai sekarang oleh empat istana pewarisnya di Jawa Tengah (Surakarta) dan Yogyakarta.

Penyajian tari pentas ini dicirikan dengan empat penari melakukan gerak gemulai yang menggambarkan kesopanan, kehalusan budi, serta kelemahlembutan yang ditunjukkan dari gerakan yang pelan serta anggun dengan diiringi suara musik gamelan. Srimpi dianggap mempunyai kemiripan posisi sosial dengan tari Pakarena dari Makasar, yakni dilihat dari segi kelembutan gerak para penari dan sebagai tarian keraton.



Sejak dari zaman kuno, tari Serimpi sudah memiliki kedudukan yang istimewa di keraton-keraton Jawa dan tidak dapat disamakan dengan tari pentas yang lain karena sifatnya yang sakral. Dulu tari ini hanya boleh dipentaskan oleh orang-orang yang dipilih keratin. Serimpi memiliki tingkat kesakralan yang sama dengan pusaka atau benda-benda yang melambang kekuasaan raja yang berasal dari zaman Jawa Hindu.

Dalam pagelaran, tari serimpi tidak selalu memerlukan sesajen seperti pada tari Bedhaya, melainkan hanya di waktu-waktu tertentu saja. Adapun iringan musik untuk tari Serimpi adalah mengutamakan paduan suara gabungan, yakni saat menyanyikan lagu tembang-tembang Jawa.

Bedasarkan film dan aspek yang saya pelajari bahwa tarian serimpi mempunyai keindahan yang luar biasa Karena tidak semua orang dapat melakukannya. Tarian pada film ini hamper mirip dengan film gandrung Karena para penari mempunyai gerakan yang sangat luwes dan halus, namun srimpi dilakukan lebih dari 1 orang wanita.