Setelah saya menonton film tentang barang bekas saya melihat
banyak hikmah yang dapat kita ambil dari film tersebut. Film tersebut
menceritakan seorang anak yang seperti sedang tertimpa sial maka pada artikel
ini saya akan mengaitkan tentang Manusia Dan Penderitaan.
Film tersebut menceritakan penderitaan sang peran utama,
dimana ada seorang anak yang lapar dan mencari makanan yang ada, namun dia
tidak mendapati makanan tersebut dan ternyata makanan tersebut telah dimakan
oleh neneknya.
Karena dia merasa lapar dan kesal Karena tak menemukan
makanan maka dia pergi keluar rumah untuk mencari uang agar dapat mengisi
perutnya yang kosong. Diluar dia bertemu dengan segerombolan anak SMA dan
mencoba untuk meminta uang, namun yang dia dapati adalah sebatang rokok. Lalu dia
pun kesal dan meninggalkan segerombolan anak SMA tersebut. Saat diperjalanan
dia pun melihat sesosok wanita yang membuatnya luluh seketika dan dia pun
berimajinasi bak sepasang Romeo yang sedang memberikan bunga. Namun itu membuat
si wanita takut akan sikapnya dan meneriakinya sebagai maling. Lalu warga pun
berdatangan dan mengejar si anak tersebut dan anak tersebut pun lari
terbirit-birit.
Dia berhasil meloloskan diri dengan bersembunyi dibalik
telfon umum. Lalu dia melanjutkan perjalananannya dan melihat tumpukan
Rongsokan barang bekas dan dia berfikir mungkin barang bekas itu bisa dijual
dan menghasilkan uang untuk dia belikan makanan, namun dia tak bisa membawa
rongsokan itu dan dia pun melihat gerobak. Saat dia menarik gerobak dia pun
dikira maling untuk kedua kalinya oleh warga sekitar dan dia pun lari
terbirit-birit.
Kesimpulannya yang dapat diambil
dalam video barang bekas tersebut ialah jangan sampai ceroboh dalam bersikap,
harus selalu semangat dan jangan bersikap malas dalam kesehariannya. Karena
tingkat penderitaan seseorang dapat terukur oleh seberapa besar ia memperlakukan
dirinya pada posisi tersebut dan alangkah lebih baiknya lagi apabila kita terus
mencoba untuk keluar dari posisi tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar