Kerja praktek yang saya
lakukan guna melengkapi data penulisan ilmiah pada oktober 2019 lalu banyak
memberikan ilmu serta pengalaman yang banyak dan tidak bisa saya dapatkan
ditempat lain. Perusahaan tempat saya melaksanakan kerja praktek bergerak di
bidang industri manufaktur. Tiap perusahaan tentu melibatkan banyak SDM untuk terus
menggerakan rantai produksi. Salah satu yang dapat menghambat keberlangsungan
produksi pada suatu perusahaan adalah kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja dapat
terjadi karena dua faktor, faktor pertama merupakan kondisi tidak aman dan yang
kedua merupakan tindakan tidak aman. Dalam hal ini kondisi tidak aman dapat terjadi
karena lingkungan yang tidak dapat di prediksi sebelumnya, dan tindakan tidak
aman merupakan kelalaian yang dilakukan pekerja dalam menjalankan tugasnya sehingga
menimbulkan kecelakaan kerja.
Keberlangsungan produksi tentu
tidak terlepas dari kepiawaian pekerja dalam menjalankan tugasnya. Para pekerja
tentu merupakan pekerja yang terlatih dalam bidangnya. Dalam menjalankan tugas,
pekerja dituntut untuk mematuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan agar proses
produksi dapat berjalan dengan semestinya. Dengan selalu melaksanakan aturan
yang telah ditetapkan maka pekerja mampu mengemban tanggung jawab dalam
melaksanakan tugasnya.
Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat
(kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang
sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal daripada
profesion yang bermakna berhubungan dengan profesi dan memerlukan
kepandaian khusus untuk menjalankannya. Jadi, profesionalisme adalah tingkah
laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional.
Berdasarkan
pengertian ini pekerja yang saya lihat dan amati pada saat kerja praktek saya
sudah mencapai level profesional. Karena pekerja pada perusahaan ini paham akan
segala tugas yang diberikan dan penggunaan alat-alat yang telah dberikan untuk
menunjang proses kerja mereka. Pekerja juga paham akan penanganan pertama pada
kecelakaan kerja.
Oleh
karena itu sebaiknya perusahaan memberikan pelatihan secara continue terhadap
para pekerja jika adanya pembaharuan sistem dalam produksi. Agar pekerja dapat
melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sepenuhnya.