Pemahaman Profesionalisme Pada Karyawan Produksi Terhadap Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja

on Jumat, 15 November 2019

Kerja praktek yang saya lakukan guna melengkapi data penulisan ilmiah pada oktober 2019 lalu banyak memberikan ilmu serta pengalaman yang banyak dan tidak bisa saya dapatkan ditempat lain. Perusahaan tempat saya melaksanakan kerja praktek bergerak di bidang industri manufaktur. Tiap perusahaan tentu melibatkan banyak SDM untuk terus menggerakan rantai produksi. Salah satu yang dapat menghambat keberlangsungan produksi pada suatu perusahaan adalah kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja dapat terjadi karena dua faktor, faktor pertama merupakan kondisi tidak aman dan yang kedua merupakan tindakan tidak aman. Dalam hal ini kondisi tidak aman dapat terjadi karena lingkungan yang tidak dapat di prediksi sebelumnya, dan tindakan tidak aman merupakan kelalaian yang dilakukan pekerja dalam menjalankan tugasnya sehingga menimbulkan kecelakaan kerja.
Keberlangsungan produksi tentu tidak terlepas dari kepiawaian pekerja dalam menjalankan tugasnya. Para pekerja tentu merupakan pekerja yang terlatih dalam bidangnya. Dalam menjalankan tugas, pekerja dituntut untuk mematuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan agar proses produksi dapat berjalan dengan semestinya. Dengan selalu melaksanakan aturan yang telah ditetapkan maka pekerja mampu mengemban tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.
Profesionalisme (profésionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya ter­dapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional.
Berdasarkan pengertian ini pekerja yang saya lihat dan amati pada saat kerja praktek saya sudah mencapai level profesional. Karena pekerja pada perusahaan ini paham akan segala tugas yang diberikan dan penggunaan alat-alat yang telah dberikan untuk menunjang proses kerja mereka. Pekerja juga paham akan penanganan pertama pada kecelakaan kerja.
Oleh karena itu sebaiknya perusahaan memberikan pelatihan secara continue terhadap para pekerja jika adanya pembaharuan sistem dalam produksi. Agar pekerja dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sepenuhnya.

0 komentar:

Posting Komentar