Pengertian
tanggung jawab dalam Kamus Umum Bahasa Besar Indonesia adalah keadaan dimana
wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul
jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung
akibatnya. Adapun tanggung jawab secara definisi merupakan kesadaran manusia
akan tingkah laku atau perbuatan baik yang disengaja maupun yang tidak di
sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan
kewajiban. Tanggung jawab bersifat kodrati, yang artinya tanggung jawab itu
sudah menjadi bagian kehidupan manusia bahwa setiap manusia dan yang pasti
masing-masing orang akan memikul suatu tanggung jawabnya sendiri-sendiri.
Apabila
seseorang tidak mau bertanggung jawab, maka tentu ada pihak lain yang memaksa
untuk tindakan tanggung jawab tersebut. Tanggung jawab adalah ciri manusia
beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari
akibat baik atau buruk perbuatannyaitu, dan menyadari pula bahwa pihak lain
memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan
kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan,
penyuluhan, keteladanan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Membentuk
budaya tanggung jawab di kantor ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Tidak
semua orang merasa perlu melakukan pekerjaan dengan baik. Sebagian pegawai yang
bekerja hanya untuk menunggu gaji di akhir bulan mungkin hanya mengeluarkan upaya
seadanya. Bagi mereka, yang penting pekerjaan selesai sesuai tenggat waktu yang
ditetapkan, tanpa memikirkan kualitas. Padahal, jika setiap karyawan di tempat
kerja memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi atas pekerjaannya, maka pimpinan
bisa berharap tingkat produktivitas. Artinya, manajer harus mendorong agar
pegawai bertanggung jawab penuh atas setiap tugas yang diberikan.
Berikut
ini merupakan cara membentuk budaya tanggung jawab di tempat kerja :
·
Membiarkan
karyawan menentukan langkah aksi
Manajer
hanya perlu memberikan target dan standar pekerjaan. Sisanya, biar karyawan
yang menentukan. Atasan tidak perlu memberi tahu bawahan tentang setiap langkah
yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah. Biarlah staf Anda yang berpikir.
Siapa tahu, mereka akan mengejutkan dengan ide baru yang tidak pernah
terpikirkan sebelumnya. Jika pegawai diberikan kepercayaan untuk mengerjakan
tugas dengan caranya sendiri, maka dia akan bertanggung jawab, bahkan ketika
rencananya mengalami kegagalan.
·
Memberikan
kesempatan pada karyawan untuk mengambil keputusan
Manajer
bisa mendelegasikan sebagian tugas kepada staf dengan membiarkannya mengambil
beberapa keputusan. Hal ini bukan berarti atasan memberi beban berlebih pada
bawahan. Tapi, bos sedang melatih karyawan untuk bisa membuat pertimbangan,
mengambil keputusan, dan akhirnya bertanggung jawab atas pekerjaannya. Jadi,
untuk memerkuat budaya tanggung jawab, pimpinan di kantor bisa mendorong
pegawai sampai tingkat terendah untuk bisa mengambil keputusan sendiri.
·
Mendorong rasa
memiliki dan menjadi bagian dari perusahaan
Ketika
diminta mengerjakan proyek tunggal, maka karyawan akan merasa mendapat
kepercayaan dari atasan dan perusahaan. Dia akan bertanggung jawab untuk
menyelesaikan proyek tersebut dengan baik, demi dirinya dan kebaikan
perusahaan. Kemudian, pegawai akan merasa “memiliki” dan merasa menjadi bagian
perusahaan. Dia juga akan lebih bertanggung jawab pada proyek-proyek
selanjutnya.
·
Memberi
penghargaan kepada mereka yang menunjukkan rasa tanggung jawab
Ketika
karyawan mencoba memperbaiki diri dan lebih bertanggung jawab atas pekerjaan,
maka manager dapat memberikan penghargaan padanya. Hal ini merupakan contoh
baik untuk karyawan lain. Orang yang sudah berusaha untuk bertanggung jawab
pada pekerjaan akan merasa diperhatikan, sedangkan pegawai yang cenderung acuh
pada pekerjaan akan berusaha bekerja lebih baik.
0 komentar:
Posting Komentar